Slow fashion

Menerapkan Slow Fashion dalam Kehidupan Sehari-hari

Tahukah kamu mengenai gerakan slow fashion? Saat ini, industri mode telah menjadi salah satu yang paling cepat berkembang di dunia, tetapi kemajuan ini tidak datang tanpa konsekuensi. Di balik kilau glamour dan tren yang cepat berubah, terdapat beberapa dampak lingkungan yang signifikan dan masalah sosial yang muncul.

Pertumbuhan industri fashion yang pesat telah mengubah cara pandang kita terhadap cara berpakaian. Hari ini, kita hidup di dunia yang didominasi oleh tren cepat dan produksi masal. Namun, dengan semakin meningkatnya kesadaran akan dampak negatif yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat, gerakan slow fashion semakin populer.

Slow Fashion
Source : pinterest/Georgia Love

Apa Itu Slow Fashion?

Slow fashion adalah pendekatan dalam berpakaian yang menekankan kualitas, keberlanjutan, dan etika dalam proses produksi pakaian. Ini berbeda dengan fast fashion yang mengutamakan produksi cepat, rendah biaya, dan menghasilkan limbah yang tinggi. Slow fashion mendorong kita untuk lebih selektif dalam membeli pakaian, memperhatikan kualitas dan proses produksi yang bertanggung jawab.

Sebagai lawan dari fast fashion yang mengutamakan produksi massal dengan siklus tren cepat dan biaya rendah, slow fashion mengusulkan pendekatan yang lebih berkelanjutan. Beberapa hal yang melibatkan pendekatan slow fashion:

  1. Memperlambat Produksi

Memperlambat produksi dapat dengan mengurangi kecepatan produksi untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan dari sebuah produk.

  1. Mendukung Keadilan Sosial

Mendukung keadilan sosial, hal ini dapat memastikan bahwa pekerja di rantai pasok fashion dapat memperoleh perlakuan dengan adil dan layak.

  1. Memilih Material yang Ramah Lingkungan

Dalam memilih material yang ramah lingkungan hal ini dapat menggunakan bahan-bahan organik, daur ulang, atau ramah lingkungan.

  1. Mendukung Produsen Lokal

Hal ini dapat memberikan dukungan kepada perancang lokal dan produsen kecil untuk meningkatkan ekonomi lokal dan mengurangi dampak lingkungan dari pengiriman jarak jauh.

Tujuan dari Slow Fashion

Slow fashion adalah gerakan yang bertujuan untuk memperlambat siklus produksi dan konsumsi pakaian. Ini berfokus pada kualitas daripada kuantitas, mendukung produksi yang berkelanjutan dan adil, serta mempromosikan kesadaran akan sumber daya alam yang terbatas kepada konsumen.

Menerapkan Slow Fashion dalam Kehidupan Sehari-hari

Beberapa cara dalam menerapkan slow fashion dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Memilih Pakaian yang Multifungsi

Pilihlah pakaian yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan dan musim. Memilih pakaian yang fleksibel dan multifungsi akan membantu dalam mengurangi kebutuhan pakaian yang spesifik, baik yang digunakan pada setiap acara yang berbeda atau cuaca.

  1. Mengikuti Prinsip 3R: Reduce, Reuse, Recycle

Terapkan prinsip-prinsip pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang dalam kehidupan sehari-hari. Belanja second-hand, memperbaiki pakaian yang rusak, dan mendaur ulang pakaian yang tidak terpakai adalah cara-cara yang efektif untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri fashion.

  1. Merawat Pakaian dengan Baik

Rawatlah pakaian dengan baik sehingga dapat memperpanjang umur dari sebuah pakaian. Maka dari itu ikutilah petunjuk perawatan yang tertera pada kemasan, hindari pencucian yang berlebihan, dan pertimbangkan untuk menggunakan teknik pembersihan yang ramah lingkungan, seperti mencuci dengan air dingin atau menggunakan deterjen yang ramah lingkungan.

  1. Memilih Kualitas daripada Kuantitas

Slow fashion
Sumber: Freepik

Pada saat berbelanja, bukan tentang berapa banyak pakaian yang kita bisa dapatkan dengan uang yang kita miliki, melainkan tentang kualitas dari pakaian itu sendiri. Maka dari itu daripada membeli banyak pakaian yang murah dan hanya bertahan beberapa kali pakai, sebaiknya belilah pakaian berkualitas yang akan bertahan lama. Ini tidak hanya akan mengurangi pembuangan, tetapi juga akan menghemat pengeluaran dalam jangka panjang.

  1. Mengenali Bahan dan Proses Produksi

Belilah pakaian yang terbuat dari bahan-bahan organik dan ramah lingkungan. Kita dapat menghindari bahan sintetis yang mencemari lingkungan saat proses produksinya. Sehingga kita dapat mencari tahu terkait merek dan produsen yang menerapkan praktik-produksi bertanggung jawab dan mengetahui sumber bahan mereka.

  1. Membeli Pakaian Bekas atau Vintage

Salah satu cara terbaik untuk berpartisipasi dalam gerakan slow fashion adalah dengan membeli pakaian bekas atau vintage. Dalam hal ini pakaian bekas belum tentu berarti pakaian yang buruk, sebenarnya, kita dapat menemukan pakaian berkualitas tinggi dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Selain itu, ini adalah cara yang bagus untuk mengurangi limbah dan memberi kesempatan kedua pada pakaian yang masih layak pakai.

  1. Memilih Tren yang Bersifat Abadi

Jangan terjebak oleh tren yang cepat berlalu. Sehingga kita dapat memilih pakaian dengan gaya yang klasik dan abadi berarti kita tidak perlu membeli pakaian baru setiap musim. Menghindari pakaian yang hanya akan dikenakan beberapa kali dan kemudian tergeletak di lemari dapat membantu mengurangi pemborosan dan memperpanjang masa pakai  dari sebuah pakaian.

Kesimpulan

Menerapkan slow fashion bukanlah tentang mengorbankan gaya atau kenyamanan, tetapi tentang membuat pilihan yang lebih sadar dan bertanggung jawab dalam cara kita berpakaian. Jadi dalam mengikuti langkah-langkah praktis yang telah tertera di atas, kita dapat membangun gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan berkontribusi pada perubahan positif dalam industri mode.

Slow fashion bukan hanya sekedar tren sementara, tetapi juga merupakan gaya hidup yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Sehingga dengan sedikit kesadaran dan tindakan, kita semua dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar menuju keberlanjutan dan kesadaran lingkungan.

Baca juga: Tren Y2K Fashion: 7 Inspirasi Style Beserta Aksesorinya!

 

Penulis: Natasya    | Editor: Tiara Rahmayanti