Mengungkap Misteri Flora dan Fauna di Indonesia: Garis Wallace dan Perubahan Iklim yang Membentuk Arah Evolusi

MIsteri Kesamaan Flora dan Fauna di Indonesia BaratMisteri Kesamaan Flora dan Fauna di Indonesia Barat

Hai, Sobat Muda! Siapa di antara kamu yang suka dengan misteri kesamaan flora serta fauna yang unik? Pasti kalian sudah pernah mendengar tentang Garis Wallace, bukan? Nah, kali ini kita akan membahas mengapa flora dan fauna di wilayah Indonesia barat memiliki kesamaan dengan yang lainnya, dan apa kaitannya dengan perubahan iklim yang terjadi jutaan tahun yang lalu.

Kesamaan Flora Fauna: Garis Wallace

Sebelum kita masuk ke dalam cerita tentang perubahan iklim, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan Garis Wallace. Garis Wallace adalah garis imajiner yang membagi wilayah Indonesia dan sekitarnya menjadi dua bagian. Garis ini pertama kali dipetakan oleh seorang naturalis dan penjelajah asal Inggris bernama Alfred Russel Wallace pada tahun 1863. Dalam perjalanannya melintasi Kepulauan Melayu, Wallace menemukan sesuatu yang sangat menarik: spesies hewan yang berubah drastis setelah melewati titik tertentu. Titik inilah yang kemudian menjadi batas Garis Wallace.

Di sebelah utara garis ini, sebagian besar spesies satwa berasal dari Asia. Namun, di sebelah selatan garis ini, spesies-spesies tersebut adalah campuran dari keturunan Asia dan Australia. Ini adalah fenomena yang membingungkan para ahli ekologi selama lebih dari satu abad. Bagaimana mungkin spesies-spesies Asia dapat bergerak ke satu arah, sementara spesies-spesies Australia tidak dapat bergerak ke arah sebaliknya? Pada masa itu, belum ada penjelasan yang memadai.

Pergeseran Lempeng Tektonik Purba

Teka-teki mengenai Garis Wallace ini akhirnya terpecahkan setelah para peneliti melakukan penelitian yang mendalam. Mereka menemukan bahwa distribusi asimetris spesies di seluruh Garis Wallace, disebabkan oleh perubahan iklim ekstrem akibat aktivitas tektonik sekitar 35 juta tahun yang lalu. Pada waktu itu, Australia masih terhubung dengan Antartika dan terletak lebih jauh ke selatan.

Pergeseran lempeng tektonik yang terjadi pada masa itu mengubah secara drastis peta dunia. Ketika Australia mulai menjauh dari Antartika, terjadi pergeseran iklim yang menyebabkan tren pendinginan global dan pengeringan benua. Ini berujung pada peristiwa kepunahan massal di seluruh dunia. Namun, pergeseran ini juga membuka peluang baru bagi spesies-spesies satwa.

Peran Perubahan Iklim dalam Kesamaan Flora Fauna

Model komputer yang digunakan oleh para peneliti dalam penelitian ini memperhitungkan berbagai faktor, seperti kemampuan penyebaran, preferensi ekologis, dan keterkaitan evolusi lebih dari 20 ribu spesies yang ditemukan di kedua sisi Garis Wallace. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies-spesies Asia jauh lebih cocok untuk hidup di Kepulauan Melayu pada saat itu.

Menurut Alex Skeels, seorang ahli biologi evolusi di Universitas Nasional Australia (ANU), distribusi spesies satwa yang tidak merata di kedua sisi Garis Wallace ini salah satunya disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik purba yang terjadi 45 juta tahun lalu. Skeels mengatakan,  “Sekitar 35 juta tahun lalu, Australia terletak lebih jauh ke selatan dan terhubung dengan Antartika.”

Pergeseran lempeng tektonik ini hanya merupakan satu bagian dari teka-teki yang lebih besar. Ketika Australia memisahkan diri dari Antartika, terjadi pergeseran klimaks yang mengakibatkan perubahan iklim global, termasuk pendinginan dan pengeringan. Hal ini membuat iklim di Asia Tenggara dan Kepulauan Melayu tetap jauh lebih hangat dan lebih basah daripada di Australia, yang menjadi dingin dan kering.

Adaptasi Spesies Terhadap Perubahan Iklim

Akibatnya, spesies-spesies satwa di Asia beradaptasi dengan baik untuk hidup di Kepulauan Melayu. Mereka menggunakan wilayah ini sebagai batu loncatan untuk bergerak menuju Australia. Namun, hal ini tidak berlaku sebaliknya untuk spesies-spesies Australia. Mereka telah berevolusi di iklim yang lebih dingin dan menjadi semakin kering seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, mereka kurang berhasil mendapatkan pijakan di pulau-pulau tropis dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang bermigrasi dari Asia.

Manfaat Model Perubahan Iklim

Para peneliti berharap bahwa model komputer yang mereka gunakan dapat digunakan untuk meramalkan bagaimana perubahan iklim di zaman modern akan berdampak pada spesies yang hidup. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana spesies beradaptasi dengan perubahan iklim, kita dapat lebih efektif dalam melindungi keanekaragaman hayati global.

Alex Skeels mengatakan, “[Model ini] dapat membantu kami memprediksi spesies mana yang lebih ahli dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, karena perubahan iklim Bumi terus mempengaruhi pola keanekaragaman hayati global.”

Kesimpulan: Kesamaan Flora Fauna, Garis Wallace dan Perubahan Iklim

Jadi, teman-teman, itulah cerita di balik misteri Garis Wallace dan kesamaan flora serta fauna di wilayah Indonesia barat dengan wilayah lainnya. Perubahan iklim yang terjadi jutaan tahun yang lalu memainkan peran penting dalam membentuk distribusi spesies di wilayah ini. Kita dapat belajar banyak dari penelitian ini, terutama dalam upaya kita untuk menjaga keanekaragaman hayati dan melindungi spesies-spesies yang unik di planet ini.

Semoga artikel ini memberikan wawasan yang menarik dan membuat kalian semakin tertarik untuk menjelajahi misteri alam.

 

Author: Indah Suci Islami | Editor: Tiara Rahmayanti